Gangguan
makan digambarkan sebagai gangguan berat dalam perilaku makan dan perhatian
yang berlebihan tentang berat dan bentuk badan. Onsetnya biasanya pada usia
remaja. Menurut DSM-IV, terdapat tiga jenis gangguan makan : anorexia
nervosa (AN), bulimia nervosa (BN), dan binge-eating disorder (BED)
Anoreksia Nervosa
Istilah anoreksia
berarti hilangnya selera makan, dan nervosa mengidentifikasikan bahwa hilangnya
selera makan tersebut memiliki sebab emosional. Istilah ini kurang tepat
melihat pada gangguan ini penderita tidak mengalami kehilangan selera makan
atau selera mereka terhadap makanan. Dalam buku Psikologi Abnormal oleh
G.C.Davidson dkk, pada tahun 2000, berikut ini adalah beberapa penegakan
diagnosis dalam kriteria untuk anoreksia nervosa:
1.Orang
bersangkutan menolak untuk mempertahankan berat badan normal. Penurunan berat
badan biasanya dilakuan melalui diet, muntah dengan sengaja dan olahraga
berlebihan dapat menjadi gambaran anoreksia nervosa.
2.Mereka sangat takut
bila berat badannya bertambah, dan rasa takut tersebut tidak berkurang dengan
turunnya berat badan. Mereka tidak pernah merasa sudah cukup kurus.
3.Mereka memiliki
pandangan menyimpang terhadap tubuh mereka. Bahkan dalam kondisi kurus mereka
tetap merasa bahwa mereka kelebihan berat badan atau beberapa bagian tubuh
gemuk. Mereka biasanya mengecek berat badan mereka dengan menimbangnya,
mengukur berbagai bagian tubuh, dan mengamati secara kritis tubuh mereka di
cermin. Harga diri mereka terkait dengan menjaga tubuh mereka tetap kurus.
4.Pada perempuan,
kondisi tubuh yang sangat kurus menyebabkan amenorea, yaitu berhentinya periode
mentruasi. Dari keempat kriteria diagnostik tampaknya kriteria keempat adalah
kriteria yang kurang penting, melihat para perempuan ada yang mengalaminya dan
juga tidak dalam anoresksia nervosa.
DSM-IV membedakan
dua tipe anoreksia nervosa. Dalam tipe terbatas, penurunan berat badan dicapai
dengan sangat membatasi asupan makan. Sedangkan pada tipe makan
berlebihan-pengurasan, orang secara rutin juga makan tetapi kemudian
mengeluarkannnya. Berbagai perbedaaan ini memperkuat validitas pemisahannya.
Anoreksia nervosa
umumnya timbul pada awal remaja hingga pertengahan
remaja, sering kali timbul setelah suatu episode diet dan terjadinya stres
kehidupan.Kondisi ini terjadi pada perempuan sekitar 10 kali lebih banyak dari
pada laki-laki.
Anoreksia Nervosa
dan Depresi
Anoreksia nervosa dapat memacu terjadinya depresi dan mengundang ketertarikan beberapa penelitian atas kejadian ini. Kedua gangguan ini juga dapat memiliki diathesis yang sama atau penyebab lingkungan yang sama. Berbagai studi mengatakan bahwa adanya diathesis genetik dalam penderita anoreksia, sehinga bila penderita mengalami anoreksia maka keluarga akan beresiko tinggi menderita depresi. Disisi psikologis, penderita mengalami stres dalam hidup, mereka cenderung mengartikan dengan cara yang menimbulkan kondisi emoasional negatif.
Anoreksia nervosa dapat memacu terjadinya depresi dan mengundang ketertarikan beberapa penelitian atas kejadian ini. Kedua gangguan ini juga dapat memiliki diathesis yang sama atau penyebab lingkungan yang sama. Berbagai studi mengatakan bahwa adanya diathesis genetik dalam penderita anoreksia, sehinga bila penderita mengalami anoreksia maka keluarga akan beresiko tinggi menderita depresi. Disisi psikologis, penderita mengalami stres dalam hidup, mereka cenderung mengartikan dengan cara yang menimbulkan kondisi emoasional negatif.
Perubahan fisik
pada Anoreksia Nervosa
Melaparkan diri sendiri dan penggunaan obat pencahar menimbulkan berbagai konsekuensi biologis yang tidak dikehendaki pada para pasien anoreksia nervosa. Tekanan darah sering kali turun, denyut jantung menurun, system pencernaan menjadi bermasalah. Abnormal EEG dan hendaya neurologis sering terjadi pada para pasien anoreksia. Perubahan struktur otak, seperti rongga yang meluas atau pelebaran sulcal, juga dapat terjadi, namun dapat diperbaiki.
Melaparkan diri sendiri dan penggunaan obat pencahar menimbulkan berbagai konsekuensi biologis yang tidak dikehendaki pada para pasien anoreksia nervosa. Tekanan darah sering kali turun, denyut jantung menurun, system pencernaan menjadi bermasalah. Abnormal EEG dan hendaya neurologis sering terjadi pada para pasien anoreksia. Perubahan struktur otak, seperti rongga yang meluas atau pelebaran sulcal, juga dapat terjadi, namun dapat diperbaiki.
Prognosis
Sekitar 70% pasien anoreksia akhirnya dapat sembuh. Meskipun demikian, penyembuhan dapat berlangsung selama 6 sampai 7 tahun, dan kekambuhan umum terjadi sebelum tercapainya pola makan yang stabil dan dipertahankannya berat badan.
Sekitar 70% pasien anoreksia akhirnya dapat sembuh. Meskipun demikian, penyembuhan dapat berlangsung selama 6 sampai 7 tahun, dan kekambuhan umum terjadi sebelum tercapainya pola makan yang stabil dan dipertahankannya berat badan.
Penanganan
gangguan makan
Perawatan rumah sakit yang kadang dijalani dengan terpaksa, seringkali diperlukan untuk menangani pasien anoreksia agar asupan makanan pasien dapat ditingkatkan secara bertahap dan dipantau dengan teliti. Pada anoreksia, perlu untuk diberikan intervensi biologis dan psikologis.
Perawatan rumah sakit yang kadang dijalani dengan terpaksa, seringkali diperlukan untuk menangani pasien anoreksia agar asupan makanan pasien dapat ditingkatkan secara bertahap dan dipantau dengan teliti. Pada anoreksia, perlu untuk diberikan intervensi biologis dan psikologis.
Penanganan
biologis
Karena anoreksia nervosa sering kali komorbid dengan depresi, gangguan ini ditangani dengan berbagai antidepresan. Fluoksetin lebih memberikan hasil dibandingkan dengan plasebo untuk mengurangi makan berlebihan dan muntah, juga mengurangi depresi dan sikap yang menyimpang terhadap makanan dan makan. Sayanganya, hal itu tidak terlalu berhasil. Hanya memulihkan berat badan tanpa mengurangi gejala-gejala anoreksia.
Karena anoreksia nervosa sering kali komorbid dengan depresi, gangguan ini ditangani dengan berbagai antidepresan. Fluoksetin lebih memberikan hasil dibandingkan dengan plasebo untuk mengurangi makan berlebihan dan muntah, juga mengurangi depresi dan sikap yang menyimpang terhadap makanan dan makan. Sayanganya, hal itu tidak terlalu berhasil. Hanya memulihkan berat badan tanpa mengurangi gejala-gejala anoreksia.
Penanganan
psikologi anoreksia nervosa
Terapi bagi anoreksia secara umum diyakini sebagai suatu proses dua tahap. Tahap pertama, adalah tujuan jangka pendek yang membantu pasien menambah berat badan untuk mencegah komplikasi medis dan kemungkinan kematian. Program operant conditioning cukup berhasil untuk menambah berat badan dalam jangka pendek. Sedangkan tujuan jangka panjang memiliki dampak yang kurang bisa berhasil secara reliable dalam penanganan berat badan.
Terapi bagi anoreksia secara umum diyakini sebagai suatu proses dua tahap. Tahap pertama, adalah tujuan jangka pendek yang membantu pasien menambah berat badan untuk mencegah komplikasi medis dan kemungkinan kematian. Program operant conditioning cukup berhasil untuk menambah berat badan dalam jangka pendek. Sedangkan tujuan jangka panjang memiliki dampak yang kurang bisa berhasil secara reliable dalam penanganan berat badan.
Daftar Pustaka:
Davidson, G.C.,
Neale, J.M., & Kring, Ann M. 2000. Psikologi Abnormal. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Permata.
Durand, V.Mark dan David H.Barlow. 2007. Intisari
Psikologi Abnormal Jilid 2. (diterjemahkan oleh Helly P.S dan Sri
Mulyantini S). Pustaka Pelajar. Yogyakarta
http://restryarea23.blogspot.com/2010/05/gangguan-makan-anoreksia-bulimia.html
Semoga Bermanfaat ya.. ini adalah tugas Psikolgi Abnormal dari mas Dosenku hehehhehhe...










