Ketika kita yakin dan percaya, jalan sudah terbuka ** Muji Pambudi

Doa adalah kunci pembuka hari dan sekrup penutup malam ** Mahatma Gandhi

Rahasia untuk maju adalah memulai ** Mark Twain

Perubahan dalam segala hal adalah hal yang manis ** Aristoteles

Sebuah keluarga yang bahagia merupakan sebuah surga yang datang lebih awal ** George Bernard Shaw

Showing posts with label gangguan makan. Show all posts
Showing posts with label gangguan makan. Show all posts

Sunday, July 23, 2017

ANOREXIA NERVOSA

Gangguan makan digambarkan sebagai gangguan berat dalam perilaku makan dan perhatian yang berlebihan tentang berat dan bentuk badan. Onsetnya biasanya pada usia remaja. Menurut DSM-IV, terdapat tiga jenis gangguan makan : anorexia nervosa (AN), bulimia nervosa (BN), dan binge-eating disorder (BED)
Anoreksia Nervosa
Istilah anoreksia berarti hilangnya selera makan, dan nervosa mengidentifikasikan bahwa hilangnya selera makan tersebut memiliki sebab emosional. Istilah ini kurang tepat melihat pada gangguan ini penderita tidak mengalami kehilangan selera makan atau selera mereka terhadap makanan. Dalam buku Psikologi Abnormal oleh G.C.Davidson dkk, pada tahun 2000, berikut ini adalah beberapa penegakan diagnosis dalam kriteria untuk anoreksia nervosa:
1.Orang bersangkutan menolak untuk mempertahankan berat badan normal. Penurunan berat badan biasanya dilakuan melalui diet, muntah dengan sengaja dan olahraga berlebihan dapat menjadi gambaran anoreksia nervosa.
2.Mereka sangat takut bila berat badannya bertambah, dan rasa takut tersebut tidak berkurang dengan turunnya berat badan. Mereka tidak pernah merasa sudah cukup kurus.
3.Mereka memiliki pandangan menyimpang terhadap tubuh mereka. Bahkan dalam kondisi kurus mereka tetap merasa bahwa mereka kelebihan berat badan atau beberapa bagian tubuh gemuk. Mereka biasanya mengecek berat badan mereka dengan menimbangnya, mengukur berbagai bagian tubuh, dan mengamati secara kritis tubuh mereka di cermin. Harga diri mereka terkait dengan menjaga tubuh mereka tetap kurus.
4.Pada perempuan, kondisi tubuh yang sangat kurus menyebabkan amenorea, yaitu berhentinya periode mentruasi. Dari keempat kriteria diagnostik tampaknya kriteria keempat adalah kriteria yang kurang penting, melihat para perempuan ada yang mengalaminya dan juga tidak dalam anoresksia nervosa.
DSM-IV membedakan dua tipe anoreksia nervosa. Dalam tipe terbatas, penurunan berat badan dicapai dengan sangat membatasi asupan makan. Sedangkan pada tipe makan berlebihan-pengurasan, orang secara rutin juga makan tetapi kemudian mengeluarkannnya. Berbagai perbedaaan ini memperkuat validitas pemisahannya.
Anoreksia nervosa umumnya timbul pada awal remaja hingga pertengahan remaja, sering kali timbul setelah suatu episode diet dan terjadinya stres kehidupan.Kondisi ini terjadi pada perempuan sekitar 10 kali lebih banyak dari pada laki-laki.
Anoreksia Nervosa dan Depresi
            Anoreksia nervosa dapat memacu terjadinya depresi dan mengundang ketertarikan beberapa penelitian atas kejadian ini. Kedua gangguan ini juga dapat memiliki diathesis yang sama atau penyebab lingkungan yang sama. Berbagai studi mengatakan bahwa adanya diathesis genetik dalam penderita anoreksia, sehinga bila penderita mengalami anoreksia maka keluarga akan beresiko tinggi menderita depresi. Disisi psikologis, penderita mengalami stres dalam hidup, mereka cenderung mengartikan dengan cara yang menimbulkan kondisi emoasional negatif.
Perubahan fisik pada Anoreksia Nervosa
            Melaparkan diri sendiri dan penggunaan obat pencahar menimbulkan berbagai konsekuensi biologis yang tidak dikehendaki pada para pasien anoreksia nervosa. Tekanan darah sering kali turun, denyut jantung menurun, system pencernaan menjadi bermasalah. Abnormal EEG dan hendaya neurologis sering terjadi pada para pasien anoreksia. Perubahan struktur otak, seperti rongga yang meluas atau pelebaran sulcal, juga dapat terjadi, namun dapat diperbaiki.
Prognosis
         Sekitar 70% pasien anoreksia akhirnya dapat sembuh. Meskipun demikian, penyembuhan dapat berlangsung selama 6 sampai 7 tahun, dan kekambuhan umum terjadi sebelum tercapainya pola makan yang stabil dan dipertahankannya berat badan.
Penanganan gangguan makan
           Perawatan rumah sakit yang kadang dijalani dengan terpaksa, seringkali diperlukan untuk menangani pasien anoreksia agar asupan makanan pasien dapat ditingkatkan secara bertahap dan dipantau dengan teliti. Pada anoreksia, perlu untuk diberikan intervensi biologis dan psikologis.
Penanganan biologis
            Karena anoreksia nervosa sering kali komorbid dengan depresi, gangguan ini ditangani dengan berbagai antidepresan. Fluoksetin lebih memberikan hasil dibandingkan dengan plasebo untuk mengurangi makan berlebihan dan muntah, juga mengurangi depresi dan sikap yang menyimpang terhadap makanan dan makan. Sayanganya, hal itu tidak terlalu berhasil. Hanya memulihkan berat badan tanpa mengurangi gejala-gejala anoreksia.
Penanganan psikologi anoreksia nervosa
            Terapi bagi anoreksia secara umum diyakini sebagai suatu proses dua tahap. Tahap pertama, adalah tujuan jangka pendek yang membantu pasien menambah berat badan untuk mencegah komplikasi medis dan kemungkinan kematian. Program operant conditioning cukup berhasil untuk menambah berat badan dalam jangka pendek. Sedangkan tujuan jangka panjang memiliki dampak yang kurang bisa berhasil secara reliable dalam penanganan berat badan.

  


Daftar Pustaka:
Davidson, G.C., Neale, J.M., & Kring, Ann M. 2000. Psikologi Abnormal. Jakarta: PT. Raja Grafindo Permata.

Durand, V.Mark dan David H.Barlow. 2007. Intisari Psikologi Abnormal Jilid 2. (diterjemahkan oleh Helly P.S dan Sri Mulyantini S). Pustaka Pelajar. Yogyakarta


http://restryarea23.blogspot.com/2010/05/gangguan-makan-anoreksia-bulimia.html

Semoga Bermanfaat ya.. ini adalah tugas Psikolgi Abnormal dari mas Dosenku hehehhehhe...
Share:

Translate Blog Ini

Total Pageviews


Pages